Gus Faishol: Pesantren Siapkan Santri Bermental Tangguh demi Wujudkan Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 kembali menggema sebagai momentum reflektif sekaligus penegasan peran strategis santri dalam pembangunan bangsa. Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat, santri dituntut bukan hanya menjadi pribadi religius, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Yayasan Pendidikan YPSKA Ngadipurwo Blora, Muhammad Ahmad Faishol, M.Sc., yang akrab disapa Gus Faishol. Menurutnya, pesantren sejak awal mendidik santri dengan prinsip ilmu amaliah dan amal ilmiah lmu yang diamalkan dengan penuh keikhlasan. Sebuah prinsip yang menempatkan ketulusan sebagai fondasi utama, bukan sekadar wacana.

Bacaan Lainnya

“Seorang santri diajarkan agar tidak menjadikan dakwah maupun kegiatan mengajar sebagai sarana mencari keuntungan pribadi,” tegas Gus Faishol. Nilai keikhlasan, lanjutnya, menjadi fondasi utama agar ilmu yang disampaikan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.

Motor Penggerak Perubahan Sosial.

Gus Faishol menilai santri memiliki potensi besar menjadi motor penggerak perubahan sosial. Namun, untuk menjalankan peran tersebut, santri juga perlu memiliki kemandirian ekonomi. Dengan begitu, mereka dapat menjalankan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat tanpa bergantung kepada pihak lain.

“Dakwah yang menyentuh hati masyarakat lahir dari keteladanan dan pengabdian yang tulus,” ujarnya di tulis Rabu 14 Oktober 2026.

Ia pun mengakui tantangan terbesar santri saat ini adalah proses adaptasi dengan kehidupan sosial di tengah masyarakat. Selama menempuh pendidikan, santri hidup dalam subkultur pesantren yang memiliki tata nilai dan lingkungan tersendiri. Karena itu, setelah kembali ke masyarakat, mereka dituntut mampu memahami dinamika sosial tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan di pesantren.

Menjaga Tradisi, Merangkul Perubahan.

Dalam menghadapi perkembangan zaman, Gus Faishol menegaskan pesantren tetap berpegang pada kaidah Al-Muhafazhah ‘ala al-Qadim as-Shalih wal Akhdzu bil Jadid al-Ashlah menjaga tradisi lama yang masih baik serta mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

“Prinsip tersebut menjadi bekal agar santri mampu mengikuti perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai keislaman,” jelasnya.

Ia juga optimistis pesantren siap menjawab berbagai tantangan masa depan. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya menanamkan semangat nasionalisme dan nilai tauhid yang diwariskan melalui spirit Resolusi Jihad, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang tangguh menghadapi ketidakpastian (uncertainty tolerance).

Di sisi lain, berbagai keterampilan praktis seperti pertanian, ukir, hingga pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi bekal santri untuk mandiri secara ekonomi.

Jangan Jadikan Dakwah sebagai Orientasi Penghasilan.

Lebih lanjut, Gus Faishol mengingatkan bahwa mencari nafkah merupakan kewajiban yang dilakukan melalui pekerjaan, bukan menjadikan dakwah dan pengajaran sebagai orientasi memperoleh penghasilan.

Ia mendorong para santri untuk memiliki keberanian tampil di berbagai bidang kehidupan—termasuk dunia politik, pemerintahan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan—agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dengan tetap berpegang pada prinsip moderasi atau tawasuth.

Bersatu Menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup pesannya dalam rangka Hari Santri Nasional 2026, Gus Faishol berharap seluruh santri mampu bersatu membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pesantren merupakan akar peradaban Indonesia yang memadukan nilai Islam, budaya Nusantara, dan nasionalisme. Karena itu, ia mengajak seluruh santri untuk terus menjaga persatuan, mendukung pembangunan bangsa, serta menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa tanpa tercerabut dari budaya dan jati diri Indonesia.

“Pesantren adalah rumah bagi lahirnya generasi yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga tangguh secara sosial dan ekonomi. Dari pesantren, Indonesia Emas 2045 akan menemukan pilar-pilarnya,” pungkasnya. (ATD)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *